Ibnu Arabi di Jawa

@admin
Sejak peristiwa eksekusi Seh Siti Jenar juga Hamzah Fansuri, banyak orang menautkan ajaran “manunggaling kawula gusti” atau “wahdatul wujud” dengan ajaran seorang syahid sufi agung Al Hallaj yang masyhur. Bahkan orang macam Michael Feener berusaha keras untuk membuktikan jejak-jeak ajaran Al Hallaj di Nusantara. Namun, dari berbagai temuan dan pembacaan naskah, justru menunjukkan sebaliknya secara kuat ihwal pengaruh kuat gagasan sufi Ibnu Arabi, sang syaikul akbar yang tak kalah sohor. Di sebuah naskah popular yang sering diatribusikan pada nama besar “pujangga panutup” Ronggawarsita sebagai pengarangnya, “Wirid Hidayat Djati” atau dengan nama “Serat Makripat” menurut salinan P.W. Van Den Broek, ajaran tentang “martabat tujuh”, yakni ajaran ihwal tujuh tahap tajalliat Allah sebagaimana dialamatkan sebagai ajaran sufi agung Ibnu Arabi itu, benar-benar terpapar secara gamblang.  “Istilah-istilah” kunci tiap martabatnya bahkan meminjam secara harafiah dari konsep martabah tujuh, atau di J…