Ahlusunnah di Antara Tafwidh, Tajsim, Tasybih dan Ta'thil
Asy‘ariyah: Jalan Tengah Ahlus Sunnah Yang Dicemari Klaim Menyesatkan Di tengah derasnya gelombang literasi keagamaan instan dan gerakan puritanisme palsu, banyak orang terjebak dalam opini-opini tak bersanad dan pendekatan tekstual yang kaku. Salah satu korban dari ketidakhati-hatian itu adalah Imam Abu al-แธคasan al-Asy‘ari—seorang mujaddid besar abad ke-3 Hijriyah, yang secara historis dan metodologis menjadi tiang penyangga akidah mayoritas umat Islam hingga kini. Kelompok yang sering disebut Wahabi atau pengusung gerakan salafi-literal, sering melontarkan tudingan bahwa Imam al-Asy‘ari belum mencapai “fase kematangan” akidah karena belum masuk pada fase tafwidh (menyerahkan makna ayat sifat kepada Allah). Mereka membagi perjalanan pemikiran Imam menjadi tiga fase: Mu‘tazilah, Ahl al-แธคadits (bermakna tajsim), dan akhirnya tafwidh. Celakanya, mereka menyatakan bahwa Imam wafat sebelum fase terakhir ini terbentuk. Ini adalah klaim yang tidak berdasar, baik dari sisi tarikh, turats, maup…