Ay Tafsiriyah (أي)

@admin
PERTANYAAN: Dalam teks kitab syarah seringkali ditemukan “ay” (أي) yang terletak setelah dalam kurung. Misalkan saja apa yang tertulis dalam kitab Fath al-Qorib berikut: (المياه التي يجوز) أي يصح Ay apakah itu? Dan kata yang setelahnya  berkedudukan sebagai apa? JAWABAN: Ay tersebut adalah ay tafsiriyah. Deskripsinya adalah: حَرْفٌ مَبْنِيٌ عَلَى السُّكُوْنِ لَا مَحَلَّ لَهُ مِنَ الْإِعْرَابِ يُسْتَعْمَلُ لِتَفْسِيْرِ الْمُفْرَدَات Kalimah huruf, mabni sukun dan tidak mempunyai mahal I’rob. Ia digunakan untuk menjelaskan kosakata. Secara luas terjadi ikhtilaf, ada yang memasukanya sebagai huruf ataf dan ada yang memasukannya sebagai ay tafsiriyah tapi tidak termasuk huruf ataf. Ibnu Malik menjelaskan dalam mensyarahi kitab al-Tashil: وَجَعَلَ صَاحِبُ الْمُسْتَوْفَى "أَيْ" التَّفْسِيْرِيَّةَ حَرْفَ عَطْفٍ فِي نَحْوِ: مَرَرْتُ بِغَضَنْفَرٍ أي أَسَدٍ، وَنَهَيْتُكَ عَنِ الْوُنَى أَيْ الْفُتُوْرِ. وَالصَّحِيْحُ أَنَّهَا حَرْفُ تَفْسِيْرٍ وَمَا يَلِيْهَا مِنْ تَابِعٍ عَطْفُ بَيَانٍ…