Para Penyembah Sang Tuhan

Unknown
Para Penyembah Sang Tuhan
Haru, bangga dan penuh rasa yang tak bisa terungkapkan. Gemuruh memang, namun tak sedikit pun mengganggu jiwa. Andai orang lain yang merasakannya, niscaya akan terasa jika dirasakan dengan ketulusan hati. Aneh, mungkin. Tapi ini nyata, walaupun tak rasional. Pagi itu benar-benar membuncah. Rasa hati tak menentu, tak karuan, entah, aku tak tahu bagaimana menyebut atau menamai keadaan itu. Sedih bukan, senang mungkin tapi kalau dilihat seperti orang mau menangis. Dadaku semakin sesak, bukan karena penyakit asma. Bernafaspun tak stabil akibat rengekan yang gila dasyatnya. Kulihat ke arah samping, ada seorang laki-laki paruh baya duduk termenung, seperti meratapi sesuatu. Mimik wajahnya sendu, penuh perenungan. Entah, apa yang direnungkan. Tak lama kemudian, tiba-tiba leleh juga air matanya. Tenyata ia pun mungkin merasakan sepertiku. Iya, mungkin. Tapi kenapa? Ada apa? Hanya ketenangan dan kenyamanan hati yang bisa kurasa, itu jawabannya. Pandangan mata kuarahkan lebih jauh, tepatnya di ker…