Para Penyembah Sang Tuhan
Haru,
bangga dan penuh rasa yang tak bisa terungkapkan. Gemuruh memang, namun tak
sedikit pun mengganggu jiwa. Andai orang lain yang merasakannya, niscaya akan
terasa jika dirasakan dengan ketulusan hati. Aneh, mungkin. Tapi ini nyata,
walaupun tak rasional. Pagi
itu benar-benar membuncah. Rasa hati tak menentu, tak karuan, entah, aku tak tahu
bagaimana menyebut atau menamai keadaan itu. Sedih bukan, senang mungkin tapi kalau
dilihat seperti orang mau menangis. Dadaku semakin sesak, bukan karena penyakit
asma. Bernafaspun tak stabil akibat rengekan yang gila dasyatnya. Kulihat
ke arah samping, ada seorang laki-laki paruh baya duduk termenung, seperti
meratapi sesuatu. Mimik wajahnya sendu, penuh perenungan. Entah, apa yang
direnungkan. Tak lama kemudian, tiba-tiba leleh juga air matanya. Tenyata ia
pun mungkin merasakan sepertiku. Iya, mungkin. Tapi kenapa? Ada apa? Hanya
ketenangan dan kenyamanan hati yang bisa kurasa, itu jawabannya. Pandangan
mata kuarahkan lebih jauh, tepatnya di ker…