Keadilan adalah Pilar dan Prinsip Agama

@admin
Aksi-aksi kekerasan atas nama agama, tuduhan kesesatan atau bahkan mengkafirkan pihak lain dalam sejarah pemikiran Islam selalu muncul dari kepicikan dan kedangkalan dalam memahami teks-teks agama. Ia selalu lahir dari pemaknaan teks-teks keagamaan secara literal, konservatif dan kaum fanatik buta. Sebagaian di antara mereka cenderung radikal. Akibat pemahaman ini, makna teks-teks di luar yang literal (yang lahiriyah) menjadi begitu asing dan tak mereka pahami. Imam Abu Hamid al Ghazali, pemikir besar sepanjang sejarah kaum muslimin Sunni, sekaligus panutan kaum Nahdhiyyin (Nahdlatul Ulama/NU), telah lama menginformasikan kepada kita tentang cara pandang literalis tersebut. Beliau menyebutnya sebagai pemahaman orang-orang yang terbatas ilmunya. Dalam salah satu bukunya, Imam al-Ghazali juga mengatakan : من أشد الناس غلوا وإسرافا طائفة من المتكلمين كفروا عوام المسلمين وزعموا ان من لا يعرف الكلام معرفتنا ولم يعرف العقائد الشرعية بأدلتنا التى حررناها فهو كافر. فهؤلاء ضيقوا رحمة الله الواسع…