TAKBIR GERHANA TIDAK SEPERTI HARI RAYA
TAKBIR GERHANA TIDAK SEPERTI HARI RAYA Pertimbangan:
1. Dasar haditsnya jelas.
2. Takbir dengan lafadz2 khusus hanya spesial untuk hari raya, bukan yang lain.
3. Situasinya bukan hari2 kemenangan dan bukan hari suka cita. Takbir idl (sekalipun secara makna dan penghayatan bisa sama), sudah diidentikkan dg kemenangan, syukur dan sukacita.
Namun gerhana situasinya adalah tentang kekaguman bahkan ketakutan akan kekuasaan Alloh yg sewaktu2 bisa menghilangkan nikmat2 itu.
4. Sebaiknya dilakukan saat memandang gerhana itu dan oleh khotib saat berkhutbah.
6. Tidak ada pendapat ulama di sayariatkanya Takbir Muqoyyad (dilakukan setelah sholat fardlu) maupun Takbir Mursal (diselain usai sholat) sebagaimana Takbir hari raya.
5. Yang dilakukan adalah cukup:
A. Mengucap *Allohu Akbar, wal hamdulillah wala haula wala quwwata illa billah*
B. Berdoa untuk keselamatan.
C. Sholat gerhana.
D. Memperbanyak shodaqoh.
Berikut dasar2 berkaitan dg anjuran saat Gerhana:
1. Hadits «ﺇﻥ اﻟﺸﻤﺲ ﻭاﻟﻘﻤﺮ ﻣﻦ ﺁﻳﺎﺕ اﻟﻠﻪ،…