Mengedit al Quran

@admin
Sering sekali ketika membaca al-Qur’an atau kitab Ulumul Qur’an, saya terngiang ucapan seorang dosen alumni Barat yang salah satu jualannya adalah kritik terhadap al-Qur’an. Dia pernah berkata bahwa al-Qur’an yang ada sekarang diedit  atau direvisi di Mesir tahun 1918 dan 1924. Wow, al-Qur’an diedit. Banyak pembaca awam dan non-muslim yang terperangah dengan "fakta" ini dan ikutan latah menyebarkan jualan sang dosen bahwa al-Qur’an yang kita pakai sekarang ternyata adalah hasil editan abad ke-20, dan sebagian pembaca lain meresponnya dengan komentar yang terlalu emosional.  Sebenarnya, yang bermasalah hanyalah penggunaan kata "edit" dan "revisi" yang terkesan terlalu bombastis. Seolah-olah kesannya konten al-Qur’an sendiri awalnya masih kacau dan tidak standar lalu diedit di masa belakangan. Padahal yang terjadi hanya soal penyeragaman tanda baca dan penomoran, bukan soal isi al-Qur’annya sebagai firman Allah yang dijamin selalu terjaga. Kata editing mencak…