Rontgen Makam Keramat
SEKITAR tahun 2000an, jama'ah Ratib Al-Idrus di Jepara yang dikenal dengan Muhyin Nufus (bukan Yuhyin Nufus), mendapatkan mandat agar ngrumat makam-makam leluhur. Lambat laun ada beberapa jama'ah yang setor nama makam keramat tak kerumat. Salah satunya adalah Makam Mbah Sasongko, Bawu, Batealit, Jepara. Setelah di-rontgen, kuburan itu diganti nama Habib Abdullah bin Abu Bakar Al-Idrus. Nama dicipta baru, tapi narasinya tidak ada. Padahal, narasi adalah syarat mutlak seorang tokoh pernah menyejarah di suatu tempat. Nama Sasongko lebih bisa dinarasikan daripada nama Al-Idrus. Orang boleh berbeda pendapat soal kisah naratifnya, tapi, asal masih dalam satu atap narasi "Sasongko", itu masih mudah diterima walaupun misalnya, tidak harus dikubur di sana (alias petilasan). Ada yang berpendapat, Sasongko berasal dari kata Songko, yang artinya pendatang. Tapi, menurut cerita keluarga besar, itu adalah nama asli. Lengkapnya, Hasan Sasongko. Lahir dari Desa Dongos, dan karenanya…