Shalat di Masjidku Ini Lebih Utama...
Ketika Utsmaniyah selesai membangun Masjid Nabawi, mereka mengambil sebongkah batu merah besar, memahatnya dengan baik, dan meletakkannya di bagian atas langit-langit sebelah kiblat halaman masjid. Sang arsitek mengusulkan agar diukir pada permukaan batu tersebut tanggal penyelesaian pembangunan Masjid ini. Sehingga, mereka meminta para sastrawan Madinah untuk mencatat tanggal tersebut, dan sekelompok dari mereka diantaranya sastrawan Hasan Effendi Askubi yang menuliskan tarikh itu dalam bentuk syair yang dihitung menggunakan sistem hisab al-jumal (perhitungan numerik huruf Arab). Kemudian dikirimkanlah kepada Sultan Abdul Majid agar beliau memilih syair tersebut apa yang sesuai dengan selera beliau, ternyata beliau melarang -semoga Allah memberikan taufik kepada beliau - menulis syair di tempat ini, di Masjid Nabi ﷺ, namun beliau memerintahkan untuk memberikan hadiah kepada para muarrikh sebanyak seratus dua puluh lima dinar emas Majidi, yang kemudian dibagi secara merata di antara me…