Nabi yang Hamba atau Nabi yang Raja ?

@admin
“Wahai Aisyah,” Kata Baginda Nabi Muhammad Saw. “Jika saya berkehendak, gunung-gunung emas akan berjalan menyertaiku. Seorang malaikat pernah mendatangi diriku lalu menyampaikan, “Sesungguhnya Tuhanmu membacakan salam untukmu, dan Dia berkata, kamu boleh berkehendak untuk menjadi nabi yang hamba, dan boleh berkehendak untuk menjadi nabi yang raja.” Saya melihat kepada Jibril, lalu dia memberi isyarat, “Merendahlah dirimu.” Saya pun berkata (kepada malaikat itu), “(saya ingin jadi) nabi yang hamba.”   Sejak itu Rasulullah Saw. tidak pernah makan dengan duduk ittikā’ (posisi duduk yang menjadikan seseorang nyaman untuk makan secara berlebih), beliau mengatakan, “Saya makan seperti halnya seorang hamba makan, dan saya duduk seperti halnya seorang hamba duduk.”[1] Salah satu sikap yang luar biasa dari Rasul kita semua adalah beliau tidak mau dan tidak ingin tampak berbeda dari orang-orang sekelilingnya.  Ibn al Qayyim dalam Zād al Ma’ād  menyampaikan, bahwa suatu ketika ‘Adiyy bin Ḥātim data…