“Penjual Agama” di Masa Imam Abdul Wahab al-Sya‘rani

@admin
“Penjual Agama” di Masa Imam Abdul Wahab al-Sya‘rani
Pada salah satu pembahasan di kitab Tanbih al-Mughtarrin, Imam al-Sya‘rani membahas mengenai para ahli tasawuf yang asli itu selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Tapi Imam al-Sya’rani sendiri pernah mengkritik ulama-ulama yang ketasawuf-tasawufan, dan mengatakan bahwa mutalaah kitab-kitab fikih itu hijab untuk mengenal Allah. Menurut Imam al-Sya‘rani, orang yang berpendapat demikian itu keliru dan berkata demikian karena kebodohannya. Oleh karena itu, Imam al-Sya’rani bahkan mensyaratkan seseorang yang pantas menjadi mursyid adalah mereka yang paham dalil-dalil mazhab fikih yang sudah punah maupun yang masih eksis. Kata beliau: ولا يتصدر أحدهم للإرشاد إلا بعد تبحره في علوم الشريعة المطهرة بحيث يطلع على جميع أدلة المذاهب المندرسة والمستعملة. Di masa Imam al-Sya’rani bahkan pernah ada seseorang yang ketasawuf-tasawufan, pakai jubah, udeng-udeng, dan diikuti banyak jamaah. Tapi saat sowan ke Imam al-Sya’rani, dia ditanyai mengenai banyak hal terkait fikih ternyata tidak …