Catatan dalam Memberikan Zakat Fitrah dari Kitab Ihya Ulummudin

@admin
Catatan dalam Memberikan Zakat Fitrah dari Kitab Ihya Ulummudin
MADRASAH ZAKAT FITRAH YG SUDAH BANYAK DITINGGALKAN PERTAMA:  Jaman biyen penulis masih menangi saat di desa blm usum panitia zakat fitrah. Orang2 yg zakat kebanyakan mengantar sendiri atau menyuruh anaknya untuk mengantarkan zakat fitrah mereka. Secara tidak langsung, manfaatnya adalah mendidik orang2 yg berkecukupan untuk mau menyambung silaturrohim dan nyambangi para fuqoro'/masakin. Ya.. walaupun adanya panitia zakat juga tentu sah2 saja dan bisa jadi lebih maslahat bagi daerah/keadaan tertentu. Seperti jika tdk ada panitia malah banyak yg tidak mengeluarkan zakat. KEDUA: Seyogyanya muzakki memberikan zakat sambil matur dg sopan: "Mbah/pak..bade ngaturaken zakat fitrah, nyuwun dipun tampi geh..." Kalimat "NYUWUN DIPUN TAMPI"(mohon untuk diterima) inilah yg sangat penting. Kalimat tsb merupakan pendidikan agar muzakki (pemberi zakat)merendahkan dirinya dihadapan fuqoro/masakin dan merasa dirinyalah yg hakikatnya bersetatus sebagai pemohon/orang yg butuh kepada merek…