Ibn Rusyd dan Al Ghazali Antara Kritik dan Kebenaran
Ketika dulu saya selesai membaca dua ‘Tahafut’ (Tahafut al-Falasifah dan Tahafut at-Tahafut) secara berurutan, saya sempat berkata kepada salah satu kawan bahwa Ibn Rusyd seperti kurang pede dalam mengkritik Al-Ghazali, sehingga kritikan Ibn Rusyd atas kritikan Al-Ghazali tampak tidak lebih meyakinkan daripada kritikan Al-Ghazali atas (beberapa masalah) filsafat. Tentu komentar saya tersebut tidak ilmiah sama sekali, hanya mengandalkan perasaan saja. Di kemudian hari, seiring bertambahnya bacaan, kesimpulan saya soal perdebatan dua filsuf yang mewakili region yang berbeda di atas (Timur dan Barat) tidak jauh berbeda, meskipun dengan alasan yang lebih rasional dan ilmiah. Di banyak bukunya, Ibn Rusyd sering menyatakan bahwa kritik Al-Ghazali atas filsafat sesungguhnya memakai metode dialektika (mujadalah). Metode ini, dalam logika, adalah pengambilan kesimpulan dari premis yang diterima lawan debat. Sehingga daripada itu kebenaran menjadi tersamarkan dan terbatas pada apa yang diterima …