士饾棓饾棷饾棻 饾棶饾椆-饾棪饾椀饾棶饾椇饾棶饾棻 饾棶饾椆-饾棧饾棶饾椆饾椂饾椇饾棷饾棶饾椈饾棿饾椂, 饾棡饾棶饾槀饾椇 饾棪饾棶饾椈饾榿饾椏饾椂, 饾棻饾棶饾椈 饾棓饾椄饾棶饾椏 饾棥饾棶饾榾饾椂饾椉饾椈饾棶饾椆饾椂饾榾饾椇饾棽 饾棩饾棽饾椆饾椂饾棿饾椂饾槀饾榾 饾棻饾椂 饾棥饾槀饾榾饾棶饾椈饾榿饾棶饾椏饾棶
Perlawanan terhadap kolonialisme di Nusantara tidak hanya dibentuk oleh senjata, tetapi juga oleh teks dan ide. Di antara para ulama yang menyalakan semangat jihad dengan kekuatan pena adalah 士Abd al-Shamad al-Palimbangi, seorang ulama sufi dan intelektual dari kalangan kaum santri. Melalui karyanya yang berjudul “Nashihatul Muslimin wa Tadzkirotul Mu’minin fi Fadhailil Jihadi wa Karamatil Mujahidin fi Sabilillah,” ia menegaskan bahwa jihad melawan penjajah kafir bukan semata persoalan politik, melainkan perintah agama dan jalan menuju kemuliaan akhirat. Sebagai bagian dari jaringan santri yang menguasai ilmu fiqh, tasawuf, dan tafsir, al-Palimbangi menulis dalam konteks abad ke-18, saat kolonialisme Barat mulai menancapkan kekuasaan di wilayah-wilayah Islam Nusantara. Ia memadukan tasawuf (spiritualitas batin) dengan aktivisme sosial keagamaan, menjadikan jihad bukan sekadar perang fisik, melainkan perjuangan spiritual yang menegakkan martabat Islam. Buku "Nashihatul Muslimin wa T…