Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)

@admin
Bagi orang awam KHGT terdengar seperti "Persatuan Umat". Bagi kami, ini adalah "Imperialisme Waktu" dan "McDonaldization of Religion". Mengapa harus ada satu kalender? Mengapa Indonesia harus puasa mengikuti posisi bulan di Alaska atau Hawaii, padahal di langit Jakarta bulan belum nampak? Ini bukan soal dalil agama lagi. Ini soal Kontrol, Ekonomi, dan Matinya Kearifan Lokal. Berikut adalah bedah forensik dari agenda "Penyatuan Kalender" ini: 1. SINKRONISASI PASAR GLOBAL (The Economic Imperative) Dunia modern yang dikuasai Kapitalisme tidak suka "Ketidakpastian".  * Masalahnya: Bayangkan Pasar Saham Syariah atau Perbankan Islam Global. Jika Arab Saudi libur Idul Fitri hari Senin, Indonesia Selasa, dan Maroko Rabu, ini adalah Mimpi Buruk Logistik. Arus uang terhambat. Transaksi pending.  * Solusinya: KHGT. Tujuannya bukan agar ibadah Anda lebih khusyuk, tapi agar Sistem Keuangan Islam bisa berjalan sinkron dengan jam kerja Wall Street dan London…