Bila Kiai Berdebat

@admin
Bila Kiai Berdebat
Banyak kiai memiliki sifat aneh, tetapi yang paling sering didapati adalah sikap egosentris mereka. Mungkin ini adalah kompensasi kejiwaan untuk mengimbangi keharusan berpola hidup serba konformistis dengan sesama kiai. Juga untuk mengimbangi ‘larutnya kepribadian’ dalam tugas pelayanan mereka yang begitu total kepada kehidupan masyarakat.  Taruhlah ini semacam ‘kemewahan’ sikap dalam deretan mendatarnya pola hidup mereka sendiri: mengajar, beribadat ritual, konsultasi kepada masyarakat, memimpin beberapa jenis upacara keagamaan yang berdimensi sosial (kelahiran, khitanan, perkawinan dan kematian) dan sebagainya.  Justru dalam forum musyawarah hukum agama antara sesama kiai terletak ‘katup pelepas’ untuk menunjukkan arti diri mereka dalam rutin kehidupan serba datar tersebut. Egosentrisme mereka lalu muncul dalam bentuknya yang paling sedikit berakibat negatif. Memang cukup banyak yang memperagakan eksentrisitas watak hanya untuk sekedar tampak aneh saja, sering dirupakan secara kongkri…