Debat antara al-Imam al-Baqillani dan kaum Mu‘tazilah di hadapan Raja ‘Adhud Daulah
@admin
Debat antara al-Imam al-Baqillani dan kaum Mu‘tazilah di hadapan Raja ‘Adhud Daulah
Kekuatan kaum Mu‘tazilah di Irak pada masanya sangat kuat, sampai datang masa Raja ‘Adhud Daulah. Ia seorang raja yang mencintai ilmu dan para ulama. Ia memiliki majelis khusus untuk berdiskusi dengan para ulama. Qadhi al-Qudhat pada masanya adalah seorang Mu‘tazili. Suatu hari ‘Adhud Daulah berkata kepadanya: “Majelisku ini penuh dengan para ulama, hanya saja aku tidak melihat seorang pun dari kalangan Ahlus Sunnah yang membela madzhabnya.” Qadhi itu menjawab: “Mereka hanyalah orang awam, pengikut buta, hanya bersandar pada riwayat dan hadis. Mereka meriwayatkan suatu berita dan juga kebalikannya, lalu mempercayai keduanya sekaligus—padahal salah satunya pasti menasakh yang lain atau perlu ditakwil. Aku tidak tahu seorang pun dari mereka yang sanggup berdiri menghadapi hal ini.” Kemudian ia mulai memuji-muji kaum Mu‘tazilah sekuatnya. Sang Raja berkata: “Tidak mungkin suatu madzhab yang tersebar ke seluruh penjuru bumi tak memiliki pembela. Carilah siapa yang layak untuk berdebat, tuliskan …