Imam Bukhari Bermadzhab Apa?


Kalau ditanya apa madzhab Imam al-Bukhari? maka jawabannya: secara fiqih beliau tidak mudah dikurung dalam satu madzhab tertentu.

Memang Imam As-Subki memasukan Imam Bukhori kedalam Thobaqot Syafi'iyyah, karena menurut beliau Imam Bukhori pernah belajar kepada Imam Humaidi, dan Imam Humaidi itu adalah Syafi'iyyah. (penjelasannya lihat dalam kitab Thobaqotus Syafi'iyyah juz 2 halaman 212).

Namun Syeikh Anwar Shah Kashmiri mengkritik alasan ini. Menurut beliau, jika hanya karena hubungan guru lalu dinisbatkan ke madzhab tertentu, maka Imam Bukhari pun bisa disebut Hanafiyyah, sebab beliau juga belajar kepada Ishaq ibn Rahwaih yang madzhabnya Hanafi.

Menariknya, Ibn Abi Ya'la juga memasukkan Imam Bukhari dalam Thabaqot Hanabilah, dengan pertimbangan bahwa Imam Bukhori pernah berkali-kali datang ke Baghdad dan diduga disana beliau banyak mengambil ilmu dari Ahmad ibn Hanbal. (penjelasannya lihat dalam kitab Thobaqotul Hanabilah juz 2 halaman 242).

Dari sini tampak, para ulama berbeda dalam menisbatkan Imam Bukhari kepada madzhab tertentu. Karena itu, ada ulama yang mengatakan bahwa Imam Bukhari telah sampai derajat mujtahid mutlak seperti Muhammad ibn Jarir at-Thobari yakni berijtihad dengan istinbath sendiri, tidak terikat taqlid pada suatu madzhab.

Namun secara pribadi saya lebih cenderung mengatakan bahwa Imam al-Bukhari bermadzhab Syafi’i, karena corak fiqih beliau (terutama terlihat dalam penyusunan bab-bab di Shahih al-Bukhari) banyak sejalan dengan pendapat Syafi’iyyah. Meski demikian, beliau bukan muqallid yang kaku, dalam beberapa persoalan fiqih beliau memiliki ijtihad dan pilihan-pilihan hukum (ikhtiyarat) tersendiri.

Wallohu 'Alam.
Imam Bukhari Bermadzhab Apa?

0 Comments:

Posting Komentar

Designed by Buku islami