Tareqat Idrisiyyah di Pondok Pesantren Al Fatah Cidahu Tasikmalaya


Pondok Pesantren Al-Fatah dulu berlokasi di Cidahu Tasikmalaya Jawa Barat. Didirikan oleh KH Abdul Fatah pada tahun 1932. KH. Abdul Fatah menyebarkan ajaran Tareqat Idrisiyyah yang dibawanya dari Jabal Gubesh Saudy Arabia.

di Tahun 80-an, KH Mohmmad Dahlan salah satu putra dari KH Abdul Fatah mewarisi pondok pesantren ini dan kemudian memindahkan lokasi pesantren in ke Pagendingan di atas tanah wakaf seluaskurang lebih, 2.5 hektar. 

Tareqat Idrisiyyah berkembang hingga sekarang,  ada panti asuhan dan koperasinya yang berjalan dengan baik.

Dulu, kekhasan pesantren ini benar-benar mewakili warna kota Tasikmalaya yang kuat. Sebagaimana diketahui bersama, Tasikmalaya selain dikenal sebagai daerah penghasil aneka industri kerajinan rakyat, diantaranya bordiran. 

Pesantren ini pun  cara berpakaiannya pun berbeda dengan pesantren pada umumnya. Para santri pria berpakaian serba putih (gamis Arab), lengkap pakai sorban, tidak ubahnya seperti jemaah haji. Berpakaian seperti ini di era itu belum sepopuler sekarang di Indonesia.  

Sedangkan para santri wanitanya mengenakan pakaian tertutup sekujur tubuh dari kepala hingga kaki, begitu juga dengan mukanya yang ditutupi cadar penuh dengan bordiran indah  khas Tasikmalaya.  Penutup ini dinamakan “barego". Mereka memakai pakaian seperti ini memang ada tujuannya, selain menjalankan ajaran agama dan Sunnah Rasulullah, juga melindungi para santri wanita pada waktu itu dari para oknum yang bertopeng pejabat pemerintahan atau pemuka agama.  Cukup hanya melihat keindahan bordiran Tasikmalaya saja.
 
Pesantren in juga memiliki ciri khas lain yakni para santri tidak diperbolehkan merokok dan makan yang berbau-bauan seperti jengkol dan petai. Dulu saja ketika masuk ke dalam kampus pesantren ini sudah ada tulisan “dilarang  merokok”.  Hal yang tidak biasa di lingkungan pesantren waktu itu.

Sumber: Pikiran Rakyat, 18-4-1986. Koleksi Surat Kabar Langka-Perpustakaan Nasional Salemba (SKALA-Team)

0 Comments:

Posting Komentar




Designed by OddThemes | Distributed by #