Berikut adalah penjelasan singkat dari cabang-cabang pembagian Isim (Kata Benda) pada diagram tersebut beserta contohnya:
1. Berdasarkan Bangunannya (بُنْيَانُهُ) - Akhiran Kata
Membahas huruf apa yang mengakhiri sebuah kata benda.
Al-Maqshur (المَقْصُورُ): Isim yang berakhiran alif lazimah (biasanya berbentuk seperti huruf ya tanpa titik) dan huruf sebelumnya berharakat fathah.
Contoh: مُوسَى (Musa), هُدًى (Petunjuk).
Al-Manqush (المَنْقُوصُ): Isim yang berakhiran huruf ya' lazimah dan huruf sebelumnya berharakat kasrah.
Contoh: القَاضِي (Hakim), الهَادِي (Pemberi petunjuk).
Al-Mamdud (المَمْدُودُ): Isim yang berakhiran huruf hamzah (ء) yang didahului oleh alif tambahan (ا).
Contoh: سَمَاءٌ (Langit), صَحْرَاءُ (Gurun pasir).
Ash-Shahih (الصَّحِيحُ): Isim yang akhirnya berupa huruf sahih (bukan huruf illat / penyakit seperti alif atau ya' di atas).
Contoh: كِتَابٌ (Buku), بَيْتٌ (Rumah).
2. Berdasarkan Jenisnya (نَوْعُهُ) - Gender
Membagi isim berdasarkan jenis kelamin atau sifat maskulin/femininnya.
Mudzakkar (مُذَكَّرٌ): Laki-laki / Maskulin.
Contoh: رَجُلٌ (Laki-laki), قَلَمٌ (Pena).
Mu'annats (مُؤَنَّثٌ): Perempuan / Feminin (biasanya ditandai dengan Ta' Marbuthah (ة) di akhir kata).
Contoh: مَدْرَسَةٌ (Sekolah), فَاطِمَةُ (Fatimah).
3. Berdasarkan Jumlahnya (عَدَدُهُ) - Kuantitas
Membagi isim berdasarkan seberapa banyak jumlah bendanya.
Mufrad (مُفْرَدٌ): Tunggal (Hanya satu).
Contoh: مُسْلِمٌ (Satu orang muslim).
Mutsanna (مُثَنَّى): Ganda (Dua), biasanya ditambahkan akhiran ani (ـَانِ) atau aini (ـَيْنِ).
Contoh: مُسْلِمَانِ (Dua orang muslim).
Jamak (جَمْعٌ): Plural (Tiga atau lebih). Terbagi tiga:
Mudzakkar Salim (مُذَكَّرٌ سَالِمٌ): Jamak beraturan untuk laki-laki, berakhiran una (ـُونَ) / ina (ـِينَ). Contoh: مُسْلِمُونَ (Orang-orang muslim).
Mu'annats Salim (مُؤَنَّثٌ سَالِمٌ): Jamak beraturan untuk perempuan, berakhiran aatun (ـَاتٌ). Contoh: مُسْلِمَاتٌ (Para muslimah).
Taksir (تَكْسِيرٌ): Jamak tidak beraturan (berubah dari bentuk tunggalnya). Contoh: كُتُبٌ (Buku-buku) bentuk jamak dari kitabun.
4. Berdasarkan Kejelasannya (تَعْيِينُهُ) - Spesifik atau Umum
Ma'rifah (مَعْرِفَةٌ): Kata benda khusus/tertentu. Biasanya diawali dengan Alif Lam (ال) atau berupa nama orang/tempat.
Contoh: الكِتَابُ (Buku itu - spesifik), مُحَمَّدٌ (Muhammad).
Nakirah (نَكِرَةٌ): Kata benda umum/belum tertentu. Biasanya diakhiri dengan tanwin dan tanpa Alif Lam.
Contoh: كِتَابٌ (Sebuah buku - bisa buku apa saja).
5. Berdasarkan Perubahannya (تَغْيِيرُهُ) - I'rab (Akhiran Harakat)
Membahas apakah harakat akhir kata bisa berubah saat masuk ke dalam kalimat.
Mabniy (مَبْنِيٌّ): Kata yang harakat akhirnya tetap dan tidak akan pernah berubah, apa pun posisinya dalam kalimat.
Contoh: هَذَا (Ini), هُوَ (Dia laki-laki), الَّذِي (Yang).
Mu'rab (مُعْرَبٌ): Kata yang harakat akhirnya bisa berubah (menjadi dammah, fathah, atau kasrah) tergantung posisinya (sebagai subjek, objek, dll).
Contoh: زَيْدٌ (Zaidun) bisa berubah menjadi زَيْدًا (Zaidan) atau زَيْدٍ (Zaidin).
6. Berdasarkan Pembentukannya (تَرْكِيبُهُ) - Asal Kata
Musytaq (مُشْتَقٌّ): Kata turunan, yaitu isim yang dibentuk/diambil dari kata kerja (fi'il) atau kata lain.
Contoh: كَاتِبٌ (Penulis) dan مَكْتُوبٌ (Yang ditulis), keduanya diturunkan dari kata kataba (menulis).
Jamid (جَامِدٌ): Kata dasar/baku, tidak diambil atau diturunkan dari kata lain.
Contoh: حَجَرٌ (Batu), شَمْسٌ (Matahari).
Sumber link Nahwu : isim adalah ...
0 Comments:
Posting Komentar