Istiqomah Wirid sama dengan Meriyadhoi Anak Cucu

@admin
Beliau Mbah KH. Abdul Hannan Ma'shum Dawuh :
" Istiqomah dalam wiridan itu sama dengan meriyadhoi anak cucu " 

Orang tua yang terus menjaga dzikir, wirid, ibadah, dan ketaatan, maka Allah SWT limpahkan kebaikan, perlindungan, dan keberkahan kepada keturunannya.

Allah SWT berfirman:
وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا“
Dan ayah mereka adalah seorang yang sholeh.
— QS. Al-Kahfi: 82

Wirid dan dzikir yang istiqomah:
• membersihkan hati
• mendatangkan ketenangan
• membuka keberkahan rezeki
• menjadi sebab doa lebih mudah dikabulkan

Rasulullah ﷺ bersabda :
احْفَظِ اللّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Jagalah Allah SWT (agama dan perintah-Nya), niscaya Allah SWT akan menjagamu. Jagalah Allah SWT, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah SWT di waktu lapang, niscaya Allah SWT akan mengenalmu di waktu sempit.” — HR. Tirmidzi

Wiridan bukan “jaminan otomatis” anak cucu pasti saleh,
tetapi menjadi sebab datangnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,
apalagi jika disertai doa, pendidikan, dan keteladanan yang baik.
Karena itu para ulama dan orang-orang sholeh sangat menjaga:
• sholat berjama'ah 
• dzikir/wirid
• membaca Al-Qur’an
• doa untuk keturunan

Doa Nabi Ibrahim عليه السلام:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي
“Ya Allah Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian keturunanku orang yang mendirikan sholat.”
— QS. Ibrahim: 40

Wal Hashil, istiqomah dalam wiridan dapat menjadi “tabungan keberkahan” untuk anak cucu, karena kesholehan orang tua sering menjadi sebab turunnya penjagaan dan rahmat Allah SWT kepada keturunannya.

Posting Komentar