Syaikh Ibrahim Al-Khawwash dan Pembebasan Budak

@admin


Kisah ke-140: Tentang Ibrahim Al-Khawwash rahimahullah

Ibrahim Al-Khawwash rahimahullah berkata:  
Aku melihat di pasar Bashrah seorang budak yang diseru-serukan: “Siapa yang mau membeli budak ini beserta cacatnya? Cacatnya ada tiga: ia tidak tidur di malam hari, tidak makan di siang hari, dan tidak berbicara kecuali yang sangat perlu.”

Ibrahim berkata: Aku bertanya kepada budak itu, “Aku lihat engkau orang yang ma’rifat kepada Allah.”  
Ia menjawab, “Kalau aku benar-benar mengenal-Nya, niscaya aku tidak akan sibuk dengan selain-Nya.”

Ibrahim berkata: Aku tahu bahwa dia termasuk para ‘arifin. Maka aku bertanya kepada penjualnya, “Berapa harga budak ini?”  
Penjualnya menjawab, “Berapa pun yang engkau mau, karena dia gila.”

Lalu aku berikan harganya, dan dalam hatiku aku berkata: “Ya Allah, sungguh aku telah membebaskannya karena wajah-Mu yang mulia.”

Tiba-tiba budak itu menoleh kepadaku dan berkata:  
“Wahai Ibrahim, jika engkau telah membebaskanku dari perbudakan di dunia, maka Allah telah membebaskanmu dari neraka di akhirat.”  
Kemudian ia menghilang dariku, dan aku tidak melihatnya lagi. Semoga Allah meridhainya.

Roudhu ar royakhin hal.162

(الحكاية الأربعون بعد المئة عن إبراهيم الخواص رضي الله تعالى عنه قال : رأيت بالبصرة مملوكًا في السوق يُنادى عليه من يشتري هذا الغلام بعيوبه، وهي ثلاث خصال: لا ينام الليل، ولا يأكل بالنهار، ولا يتكلم إلا بما لا بد منه، قال إبراهيم: فقلت للغلام أراك عارفًا به، قال إبراهيم: لو عرفته ما اشتغلت بغيره، قال : فعلمت أنه من العارفين، فقلت للبائع : بكم هذا الغلام؟ فقال : بما أردت فإنه مجنون، فأعطيته ثمنه وقلت في نفسي : يا رب إني قد أعتقته لوجهك الكريم، فالتفت إلي وقال : يا إبراهيم إن كنت قد أعتقتني في الدنيا من الرق فقد أعتقك الله في الآخرة من النار، ثم غاب عني فلم أره رضي الله تعالى عنه.

Posting Komentar